Pesan untuk Hati yang Telah Diterangi oleh Allah (Terjemahan Bahasa Indonesia)
Pesan untuk Hati yang Telah Diterangi oleh Allah
(Terjemahan Bahasa Indonesia)
Kepada siapa pun yang membaca kata-kata ini — hari ini atau di masa depan,
Kepada setiap jiwa yang sedang menapaki jalan kehidupan yang penuh liku,
Ini bukanlah sebuah perpisahan,
Melainkan warisan — pesan dari hati saya,
Yang saya mohon kepada Allah agar juga menyentuh hatimu.
Saya tidak takut akan kematian itu sendiri,
Tetapi saya takut berdiri di hadapan Allah
Dalam keadaan telah menyakiti orang lain —
Dengan kata-kata, tatapan, atau luka yang bahkan tidak saya sadari.
Karena saya yakin, bahwa Allah sebagaimana Dia Maha Pengasih dan Maha Pengampun,
Dia juga Maha Adil dan tidak akan ada satu hak pun yang disia-siakan.
Saya takut telah menyakiti tanpa tahu,
Menjadi sebab tangis diam yang tidak terdengar,
Atau membiarkan kesombongan sesaat tanpa penyesalan.
Namun saya tidak hidup dalam kecemasan,
Karena saya telah menyerahkan setiap detik hidup saya kepada Allah.
Saya yakin, bahwa setiap keputusan, keterlambatan, dan jalan memutar —
Semua lebih baik dalam genggaman-Nya daripada dalam kendali saya.
Karena Dia mengetahui masa lalu, masa kini, dan masa depan yang tersembunyi.
Dia mengenal jiwa saya lebih dari saya mengenal diri saya sendiri.
Saya ingin lebih murni di dalam daripada yang orang lihat dari luar.
Saya ingin jujur kepada Allah, kepada orang-orang yang saya cintai, dan kepada mereka yang pernah saya sakiti.
Saya memohon ampun, saya merenung, saya berharap.
Saya jatuh, tapi saya bangkit kembali dengan tobat dan rahmat-Nya.
Saya tidak mengaku sempurna,
Tetapi saya memohon kepada Allah agar menilai saya dari apa yang ada di hati saya,
Dan mengampuni saya dengan rahmat yang telah Dia simpan untuk Hari Pengadilan.
Allah hanya menurunkan satu bagian rahmat-Nya ke dunia ini,
Dan menyimpan sembilan puluh sembilan bagian lainnya untuk hari di mana tak ada yang berguna kecuali kasih sayang-Nya.
Pesan ini bukan untuk membuatmu sedih,
Tetapi untuk membangkitkan.
Untuk mengingatkan bahwa tawakal kepada Allah bukan berarti meninggalkan usaha,
Dan berharap akan ampunan-Nya bukan berarti menyepelekan kesalahan.
Takut akan keadilan-Nya adalah jalan menuju rahmat-Nya.
Kepada kedua orang tuaku, istriku, anak-anakku,
Dan semua yang memiliki hak atas diriku —
Aku mohon maaf dari lubuk hati.
Dan kepadamu yang membaca ini:
Jika hatimu tersentuh, ketahuilah — pesan ini memang untukmu.
Ini bukanlah ucapan selamat tinggal,
Tetapi benih keikhlasan,
Sebuah doa agar ia tumbuh di dalam jiwamu,
Dan berkembang dalam cahaya.
Semoga Allah menanamkan pesan ini dalam hatiku, dalam hatimu,
Dan dalam hati semua yang mencari kebenaran dan kedamaian.
النسخة العربية من الرسالة على
https://universal-massage.blogspot.com/2025/05/blog-post.html
#الكويت #مقالات #اكسبلور #افكاري #رساله #رسالة #قلبي #من-القلب
لباقي المقالات علي
aldeai.blogspot.com

Comments
Post a Comment